Seribu Wajah
Kisah ini terjadi di Instalasi Gawat Darurat (IRD) RS Dr. Soetomo Surabaya, tempatku menimba ilmu selama ini.. *halah*. So lemme tell ya the situation first ya..
Jadi, kalo masuk ke IRD tu dibagi antara west wing dan east wing. One of them, let’s say yang east wing, adalah wilayah medis, while the other is wilayah bedah. Jadi yang bukan bedah-membedah, seperti anak, penyakit dalam, paru, jantung, saraf, dan setipenya itu masuk ke east wing.
Jujurly yah, I don’t even know mana yang timur dan mana yang barat. Itu tadi aji2 pengawuran. Kali aja yang bener tuh tenggara dan barat laut. Atau barat daya dan timur laut? Entahlah. Aku bahkan ga tahu apakah yang ku sebutkan tadi merupakan arah yang berlawanan. Hihihi. Im so bad at direction.
So people, if you read this, please do spread to the world “Do Not Talk Ngalor-Ngetan to Diar Meitha. She’s clueless”
Kalo gitu kita bilangnya sayap kanan-sayap kiri aja ya.. Mungkin terdengar Nasionalis (or no?), tapi cuma itu yang aku ngerti. Sepakat?
Nah, selama satu tahun lebih menjadi dokter muda, aku selalu berkutat di daerah medis. Dua bulan kemarin masuk bedah, itulah saat pertama aku berurusan dengan daerah sayap kiri. Aku menemui orang-orang yang belum pernah bekerja sama denganku sebelumnya. Baik dokter, perawat, maupun petugas lainnya.
Cerita pun dimulai *jreng jreeng*. Waktu itu lagi jaga, si koko nelpon. Nah kalo sama koko nih, kami emang suka bicara keminggris -sok Inggris, red- While diriku cekikikan, ada dua mas perawat yang ngeliatin. Perasaan cara ketawaku juga ga gitu2 banget sampe harus diliatin ga berhenti deh, mas..
Setelah aku nutup telpon, salah satu mas nyamperin trus nodong,
“Mbak, dari Malaysia ya?” Belum kujawab, mas satunya nyamber “Kalo feelingku, mbak ini tuh orang Aceh. Liat alisnya. Tebal. Punya orang Aceh. Makanya tadi ngomongnya Inggris, soalnya Aceh kan deket sama Singapura.”
Mereka berdua lalu berdebat sambil ketawa-ketawa sendiri.
Eee buseet.. Ini kenapah orang2 jadi berspekulasi geje begindang? Aku bahkan ga tau lhoo mas, alisnya orang Aceh tuh kaya gimana.. Orang Jawa kalo alisnya dipakein minyak firdaus tebal juga kan, jadinya..
Aku cuma senyum sambil jawab “Enggak kok, mas..”. Aku pun berlalu dan membiarkan mereka bertanya-tanya. Belagak banget yaaahh gueeee…
Beberapa saat kemudian, tepatnya tiga jam delapan belas menit dua puluh tujuh detik kemudian, ketika aku duduk di sebuah bangku panjang di depan pintu masuk, seorang perawat lain mendatangi, dan bertanya,
“Mbak, tau ga rumah sakit di Sampang tu namanya apa?”
“Ndak tau, pak..”
“Loh, mbak bukan orang madura?”
Heeeyaaaa…
“Bukan kok, Pak.. Emangnya muka orang madura kayak gimana?”
“Ya kayak mukanya mbak gitu..”
Aku langsung mencari cermin terdekat. Lalu membandingkan ke muka pasien berkerudung pink kembang-kembang. GAA MIRIIPP, KAKAAAAAAK…..
Hukssss…
**
Ketika itu aku kebagian tugas jaga sama adik kelas yang baru aja jadi DM, jadi sebagai senior yang baik dan benar, uhuk, aku membantu mereka menulis laporan. Salah satu dari mereka nyeletuk,
“Mbak Diar, pertama kali lihat kupikir mbak orang Arab lho.. Tapi namanya kok ga ada Arab-arabnya ya.. Tapi beneran deh.. Apalagi dari samping.”
Yak! Lagi-lagi deeh.. Demi apaaa dalam satu malam bisa dikira orang ini lah, orang itu lah. Apakah malam ini adalah malam-tebak-asal-daerah-dokter-muda-sedunia?
Penasaran nih, aku berusaha becermin untuk melihat sisi samping wajahku.
Gagal total.
**
Kalo menurut kalian aku orang mana?
